Diduga Dari Tungku Bara Api, Peternakan Ayam di Kabupaten Garut Terbakar

By: Dinas Pemadam Kebakaran
Minggu, 07 Pebruari 2021
Dibaca: 40

GARUT, Tarogong Kidul – Kebakaran hebat terjadi di sebuah peternakan ayam tepatnya di Kampung Empang, RT 02/ RW 06, Desa Mekar Galih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Kebakaran diduga terjadi pukul 03.04 WIB, Jumat dini hari (05/02/2021). Kobaran api masih diselidiki namun diduga berasal dari percikan pemanas ayam (tungku bara api). 

Menurut Kepala Bidang Operasi Kebakaran, Wawan Sobarwan menuturkan, peristiwa kebakaran tersebut melanda peternakan ayam dengan ukuran bangunan (30 x 9) meter persegi, yang berisi 4000 anak ayam ternak dan 1 unit sepeda motor. 

Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut menurunkan 1 (satu) unit kendaraan pancar dan 1 unit kendaraan water supply menuju lokasi kejadian. Selang beberapa menit kemudian, petugas pemadam kebakaran langsung melakukan pemadaman. Api yang semakin membesar akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak sampai menyebar, Sehingga, begitu petugas sampai di lokasi, api cepat dikendalikan. 

Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, hingga api berhasil dipadamkan pukul 04.26 WIB dengan dibantu masyarakat setempat, sedangkan kerugian materi diperkirakan kurang lebih Rp. 150.000.000 ,- 

Wawan menuturkan sejumlah warga setempat pada awalnya mencium bau terbakar, namun ketika dilihat api sudah membesar serta asap tebal yang membumbung tinggi dari salah satu peternakan. Tidak lama berselang kobaran api terus membesar dan menjalar hingga melahap peternakan tersebut, sehingga terjadi kebakaran. 

"Kami tidak tahu persis asal api dari mana, namun api sudah membesar. Mendapati hal tersebut, warga melapor kepada security terdekat lalu di tembuskan ke kantor dinas pemadam kebakaran," tuturnya. 

Wawan menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan berbagai langkah guna mengantisipasi dan mencegah terjadinya kebakaran di lingkungan peternakan untuk menjauhkan benda-benda mudah terbakar di dekat pemanas ayam. Tak hanya itu, jaringan listrik harus diperhatikan apa benar-benar aman serta jauh dari resiko korsleting, hal itu dilakukan guna mengantisipasi dan menghindari terjadinya ancaman kebakaran. 

Masyarakat diupayakan menyiapkan kantong-kantong atau sumber air dan drafting point dalam rangka kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran. 

Wawan juga menegaskan kepada masyarakat untuk memiliki alat proteksi kebakaran seperti Apar dan Hydrant.

“Selain itu, setiap rumah atau bangunan wajib memiliki alat proteksi kebakaran seperti Apar (Alat pemadam ringan) dan Hydrant, sebagai langkah awal penanganan terjadinya kebakaran,” ujar Wawan didampingi Kepala Seksi Operasi Kebakaran Dhany Ramdhany dan Komandan Regu 2, Dedih Junaedih.




Komentar
Isi Komentar