BWS Cimanuk - Cisanggarung Kembangkan EWS Banjir Cimanuk Berbasis Masyarakat

By: Dinas Komunikasi dan Informatika
Selasa, 07 November 2017
Dibaca: 3761

 

Dilatarbelakangi kejadian bencana banjir bandang sungai Cimanuk September tahun lalu, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung mengembangkan penerapaan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System – EWS) Banjir Sungai Cimanuk, Garut, Jawa Barat. Diharapkan nantinya akan teruji bilamana tanda-tanda kejadian banjir terdeteksi dengan sistem ini. Meski demikian, masyarakat tetap bisa mengambil keputusan kapan melakukan langkah-langkah bilamana aplikasi ini diterapkan.

 

Menurut Setiarso, selaku Team Leader dari PT. Purwa Tata Kinerja, dengan sistem ini nantinya akan semakin memudahkan pimpinan tertinggi di Pemkab Garut dalam mengambil langkah-langkah yang harus ditempuh.

 

Sistem peringatan dini banjir, menurut Setiaso, merupakan bagian dari upaya mitigasi bencana banjir dengan sistem yang dibuat untuk memberikan informasi secepat mungkin kepada masyarakat yang terpapar bahaya agar mampu mengambil tindakan penyelamatan diri dan barang-barang berharga lainnya.

 

 

 

Informasi yang cepat dapat diberikan jika dapat diketahui waktu perjalanan banjir tersebut dari hulu hingga ke lokasi yang diberikan peringatan. “untuk mengetahui waktu perjalanan banjir tersebut perlu dilakukan pengamatan tinggi muka air di beberapa Pos Duga Air (PDA). Makanya Ssitem ini dilakukan dalam suatu sistem aplikasi early warning system berbasis masyarakat”, Ujar Setiarso, disela-sela Workshop  kajian dan Penerapan Sistem Peringatan Dini Banjir pada Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, di Aula BPBD Kabupaten Garut, Selasa (7/11/2017).

 

 

 

Sementara itu, Narda Dwizanu Permatasari, selaku Sekteraris Tim Teknis Pekerjaan Studi Pengendalian Banjir Bandang Sungai Cimanuk – BBWS Cimanuk-Cisanggarung, menuturkan, sistem ini diharapkan bisa diterapkan mulai awal Tahun 2018, sehingga perlu disiapkan SDM nya, karena dari kajian yang dilakukan setidaknya terdapat 23 Pos Duga Air yang nantinya harus menjadi titik perhatian. “Maka dimungkinkan nantinya setidaknya ada tiga orang petugas atau relawan yang memiliki sistem berbasis android dalam menerima dan menyebarkan informasi EWS berbasis masyarakat ini”, ujar Narda.

 

 

Menurut Narda, sistem ini memungkinkan setiap orang yang berkepentingan memiliki akses dalam pemanfaat teknlogi informasi ini, karena sistem ini akan merekam segala sesuatu yang dilaporkan, mulai dari titik koordinat,  kenaikk debit air, hingga suhu daerah yang dilaporkan, bahkan nama dan nomor kontak pelapor muncul dilayar HP. “Ini akan memudahkan Pemkab Garut dalam mengambil langkah-langkah”, pungkasnya. (MC001)




Komentar
Isi Komentar