Bupati Garut Terima Kunjungan Kerja dari Stafsus BNPT Terkait KKTN di Kabupaten Garut

By: Dinas Komunikasi dan Informatika
Rabu, 22 September 2021
Dibaca: 33

GARUT, Garut Kota – Bupati Garut, Rudy Gunawan menerima kunjungan kerja (kunker) dari Staffsus (Staf Khusus) Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Indonesia di Ruang Pamengkang, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (21/9/2021). Kunjungan tersebut dalam rangka pembahasan program Kawasan Khusus Terpadu Nusantara (KKTN) bagi para mantan narapidana terorisme sebagai bentuk antisipasi pencegahan aksi radikalisme dan terorisme yang ada di Kabupaten Garut.


Bupati Garut berterimakasih kepada BNPT yang saat ini tengah mendirikan KKTN (Kawasan Khusus Terpadu Nusantara) bagi mantan narapidana teroris (napiter) yang ada di Kabupaten Garut. Rudy mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan Perum Perhutani terkait lahan yang akan digunakan dalam program KKTN ini.

“Tentu terimakasih kami mendapatkan program ini, dan tentu program ini sangat baik karena Garut ini 85 ribu hektarnya tanahnya milik Perum Perhutani, 85 ribu hektar itu artinya sudah hampir 30% lahan di Garut adalah milik Perum Perhutani,” ucap Bupati Garut.


Rudy menyebutkan pihaknya siap mendukung baik dari sisi regulasi ataupun sisi anggaran dalam pelaksanaan KKTN di Kabupaten Garut ini. “Kami akan membackup baik dari sisi regulasi kalau diperlukan. Dari sisi anggaran bilamana meminta dan diperlukan,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Staf Khusus dan Sinergi Badan Nasional BNPT, Yudi Firmansyah Putra menerangkan, sebelumnya pihaknya telah mencanangkan KKTN pertama di Kota Malang yang akan diresmikan oleh Presiden RI, Joko Widodo pada 28 Oktober mendatang. “Yang kawitna (awalnya) mau ditetapkan per satu Oktober, namun kemarin ada beberapa hal yang sifatnya legalitas belum sempurna diantara tripartite antara BNPT, Perhutani dan Pemda maka akan sangat mungkin akan diresmikan presiden tanggal 28 Oktober bersamaan dengan Sumpah Pemuda,” ujarnya.


Yudi menuturkan, bentuk dari KKTN ini adalah agro framing dengan tagline eco tourism. Ia menyebutkan bahwa tak hanya napiter (narapidana tindak pidana terorisme), akan tetapi purnabakti TNI Polisi, Aparatur Sipil Negara (ASN), tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat (ormas) bisa bergabung menjadi warga KKTN. “Karena KKTN ini Kawasan Khusus Terpadu Nusantara itu hanya diperuntukkan bagi masyarakat tertentu namun karena pelebaran setelah kami selesai dari Komisi III warga KKTN ini mengembang, jadi para purnabakti TNI Polisi dan para sahabat yang di ASN setelah masa purnanya itu termasuk Perhutani bisa gabung serta ikut sama-sama menjadikan warga KKTN,” ucap Yudi.


Yudi berharap KKTN di Kabupaten Garut bisa menyusul setelah diresmikannya KKTN di Kota Malang pada Oktober mendatang.




Komentar
Isi Komentar