Budidaya Lele Bioflok Untuk Penuhi Kebutuhan Protein Santri

By: Dinas Komunikasi dan Informatika
Rabu, 30 September 2020
Dibaca: 15

Pondok pesantren Miftahul Hidayat Sayuran di Kecamatan Cigedug, menerima bantuan seperangkat kebutuhan budidaya ikan lele bioflok. Bantuan tersebut diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan protein para santri. 

Pemilik pesantren, Aceng Abdul Aziz, mengatakan bantuan budidaya dari Balai Besar Perikanan Sukabumi berupa pakan, bangunan, kontruksi, dan benih. Saat ini Pondok pesantren Miftahul Hidayat Sayuran memiliki 24 ribu ikan lele dengan mencoba mengisi 3 ribu lele per kolam. 

“Untuk jumlah kebutuhan akan gizi para santri insya allah tercukupi, kalau panen berlimpah biasanya kami menjual ke masyarat dikisaran 18.000 (rupiah) per kilogram.” Ucap Aceng Abdul Aziz.

Budidaya bioflok memiliki keunggulan tersendiri jika dibandingkan budidaya dengan cara tradisional perihal hemat air dan pakan. Pada tahun 2020, Dinas Kelautan dan Perikan Kabupaten Garut mengajukan dua pesantren untuk mendapatkan bantuan budidaya lele bioflok. Namun, hanya Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Sayuran yang diterima oleh pusat karena memiliki air yang cocok untuk budidaya lele bioflok. 

Kedepannya seluruh pesantren di Kabupaten Garut yang memungkinkan untuk budidaya lele bioflok akan mendapatkan bantuan. Bantuan ini bersumber dari anggaran APBN melalui rekomendasi Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kabupaten Garut.

“Kami berharap ke depannya program ini bisa meningkatkan pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren dalam rangka mengantisipasi dampak Covid-19, serta budidaya ikan lele bioflok diharapkan bisa menjadi sumber porotein untuk meningkatkan kecerdasan para santri,” ucap Yani selaku Kepala Diskanak.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman berharap program bantuan budidaya lele bioflok dapat berkembang lebih luas dari cakupan pondok pesantren saja dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 

“Meskipun kita di rumah dalam rangka PSBM atau PSBB, tetap kita harus melakukan aktivitas ekonomi salah satunya seperti budidaya ikan lele bioflok. Program ini harus berhasil sebab bukan hanya untuk pesantren akan tetapi untuk masyarakat juga ada perputaran ekonomi. Diharapkan kita bisa keluar dari resesi atau depresi ekonomi,” kata Helmi Budiman, Selasa (29/9/2020)




Komentar
Isi Komentar