SERTIFIKASI PRIMA PRODUK PANGAN SEGAR DI KABUPATEN GARUT

KETAHANAN PANGAN 11 Agustus 2018 jam 11:36 Dibaca 173 kali 1 komentar Berita
SERTIFIKASI

Pelayanan Sertifikasi Prima Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) pada Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut memberikan jaminan mutu dan keamanan pangan bagi masyarakat konsumen, meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian di Kabupaten Garut.

Dewasa ini, masalah keamanan pangan telah menjadi salah satu isu strategis dalam perdagangan produk pangan global. Pemenuhannya tidak lagi hanya mempertimbangkan aspek jumlah (kuantity), akan tetapi pangan harus dapat memenuhi faktor mutu (kuality) seperti kandungan gizi, kelayakan, faktor keamanan bagi konsumen, serta ramah lingkungan.

Perkembangan teknologi, peningkatan pendapatan dan taraf hidup masyarakat yang semakin maju menuntut para produsen pangan untuk dapat menghasilkan produk pangan yang lebih berkualitas. Jaminan mutu dan aspek legalitas dari lembaga yang berkompeten diperlukan untuk membuktikan bahwa produk pangan yang beredar di masyarakat itu benar-benar telah memenuhi standar  mutu dan keamanan pangan. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, petani di daerah Garut difasilitasi oleh program Sertifikasi Prima yang dikeluarkan Otoritas Kompeten Keamanan Pangan melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut.

Sertifikasi Prima bertujuan memberikan jaminan mutu produk dan keamanan pangan, melindungi konsumen dari pangan yang mengandung cemaran fisik, kimia, dan biologis, mempermudah penelusuran balik dari kemungkinan penyimpangan mutu dan keamanan pangan, serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian.

Sertifikasi Prima merupakan salah satu bentuk pengakuan pemerintah terhadap petani produsen pangan segar yang telah menerapkan sistem jaminan mutu dan keamanan pangan. Pemberian Sertifikat dilakukan oleh Balai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Pusat (OKKPP) dan Balai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Jawa Barat. Balai Otoritas Kompeten Keamanan Pangan merupakan unit/instansi Pemerintah yang ditunjuk Menteri Pertanian dan mendapat mandat untuk melakukan proses pengawasan keamanan pangan dan berwenang mengeluarkan sertifikat jaminan mutu keamanan pangan dan penggunaan label atau logo regulasi teknis pada produk pangan yang dihasilkan.Terdapat tiga jenis Sertifikat Prima yang dikeluarkan, yaitu Prima Satu, Prima Dua dan Prima Tiga. Sertifikat Prima Tiga dan Prima Dua dikeluarkan oleh OKKPD, sedangkan sertifikasi Prima Satu dikeluarkan oleh OKKPP.

Prima Satu (P-1) diberikan kepada petani/pelaku usaha tani yang telah menghasilkan produk pangan dengan kriteria aman dikonsumsi, bermutu baik, dan cara produksinya ramah terhadap lingkungan. Prima Dua (P-2) diberikan kepada petani/pelaku usaha tani yang menghasilkan produk pangan dengan kriteria aman dikonsumsi dan bermutu baik, sedangkan Prima Tiga (P-3) diberikan kepada petani/pelaku usaha tani yang menghasilkan produk pangan dengan kriteria aman untuk dikonsumsi.

Sertifikasi Prima diperoleh para petani/pelaku usaha tani setelah mengikuti beberapa tahapan proses yang harus dilalui, yaitu permohonan sertifikasi, penilaian kaji ulang permohonan, inspeksi awal, pengujian hasil audit dan pengambilan keputusan pada sidang kokmisi teknik. Disamping itu para petani dipersyaratkan telah menerapkan teknik budi daya yang baik (Good Agriculture Practise/GAP), Standar Operasional dan Prosedur budidaya tanaman (SOP), menerapkan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) serta telah melakukan registrasi kebun/lahan ke Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat.

Di Kabupaten Garut terdapat 220 orang petani yang telah menerapkan GAP dan SOP Komoditas, dan telah mendapatkan Surat Keterangan GAP dan Nomor Registrasi Kebun/Lahan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat. Dari sejumlah petani tersebut baru 34 petani yang telah mendapatkan sertifikat Prima, yaitu Prima 3 sebanyak 33 orang, dan Prima 2 sebanyak 1 orang. Beberapa komoditas yang telah bersertifikat Prima di Kabupaten Garut adalah strowbery, jeruk, kentang, tomat, wortel, paprika, cabe merah, cabe kriting, cabe rawit, kubis dan jagung manis. Lokasi petani yang telah mendapatkan Sertifikasi Prima berada di Kecamatan Ciakajang, Cigedug, Cisurupan, Bayongbong, Pasirwangi, Samarang, Wanaraja dan Malanbong.

Masa berlaku Surat Keterangan GAP dan Registrasi Lahan dimaskud dibatasi selama 2 tahun. Kondisi eksisting sampai dengan bulan Agustus Tahun 2018, dari 220 orang petani yang telah mendapatkan Surat Keterangan GAP dan Nomor Registrasi Lahan hanya 11 orang petani saja yang masih berlaku, sisanya sebanyak 209 petani telah kadaluarsa, sehingga belum dapat mengikuti program sertifikasi baik sebagai peserta baru maupun perpanjangan Sertifikat Prima.

Terhadap pelaku usaha tani yang sudah mendapatakan Sertifikat Prima, OKKPD atau OKKPP selalu melakukan audit untuk memastikan produk pertanian yang dihasilkan masih memenuhi standar yang ditetapkan, ada dua macam audit yang dilakukan yaitu audit survailen dan audit investigasi. Audit survailen merupakan audit yang dilakukan untuk memeriksa konsistensi pelaku usaha pertanian yang dilakukan setiap enam bulan. Sedangkan audit investigasi merupakan audit yang dilakukan sewaktu-waktu sesuai dengan kebutuhan.

Dengan pelayanan Sertifikasi Prima yang diselenggarakan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut mudah-mudahan dapat meningkatkan prosentase tingkat keamanan pangan, pendapatan petani/pelaku usaha tani, taraf hidup dan kesejahteraaan masyarakat Garut.

Komentar

  • ari sunandar 28 Nov 2018 06:20
    Memang benar, panganan yg bermutu dan berkualitas juga penting bagi masyarakat. Semoga potensi Outbound di Jogja kami juga dapat memenuhi ekspektasi kualitas dari para peserta.
Tambahkan Komentar

*Dirahasiakan

 

Berita Terkait

Terakhir Dibaca