PUPM/TTI Pangkas Distribusi Pangan di Kabupaten Garut

KETAHANAN PANGAN 12 Oktober 2017 jam 09:35 Dibaca 307 kali 0 komentar Berita
PUPM/TTI Pan

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut melakukan terobosan baru dalam menangani permasalahan gejolak harga pangan melalui program Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).

PUPM merupakan salah satu program Kementerian Pertanian, pelaksanaannya di lapangan bekerja sama dengan Toko Tani Indonesia (TTI) dalam mengendalikan pasokan dan stabilitas harga pangan strategis di daerah. PUPM/TTI dapat memangkas rantai pasok komoditas pangan khususnya beras yang dijual dengan harga murah karena didatangkan langsung dari petani. Selain komoditas beras PUPM/TTI melakukan penjualan bawang merah dan cabe merah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut, Ir. Hj. Enok Rihawati menjelaskan bahwa di Kabupaten Garut terdapat 18 Gabungan Kelompok Tani sentra produksi beras, bawang merah dan cabe merah yang telah melakukan kerjasama dengan TTI. Kerjasama ini  dapat memotong rantai distribusi sehingga disparitas harga di tingkat produsen dan konsumen terkendali, targetnya produsen untung dan konsumen tersenyum.

Kehadiran TTI tidak tumpang tindih dengan tugas Perum Bulog yang juga menyerap beras dari petani. Justru TTI memperkuat Bulog dalam tugasnya melaksanakan distribusi dan pengendalian harga produk pertanian strategis di tengah-tengah masyarakat. Saat ini harga yang diberlakukan untuk produk yang dijual di TTI antara lain beras medium dengan harga Rp. 8000,- per kilogram. Sedangkan cabe merah dan bawang merah masih diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar mengingat belum ada kebijakan harga secara khusus dari pemerintah. Meskipun demikian kedua komoditas tersebut tetap dijual di TTI dengan harga di bawah harga pasar.

Keberadaan TTI di Kabupaten Garut bisa dilihat dari tersebarnya kios-kios penjual beras dan sayuran yang memasang spanduk TTI. Masyarakat dapat mengetahui dengan mudah bahwa kios-kios tersebut menjual beras murah TTI dan sayuran dari Gapoktan PUPM.

Pengembangan TTI ke depan harus melibatkan seluruh stakeholder termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Garut. Salah satunya kami akan bekerjasama dengan Asosiasi Pasar Tani (Aspartan) yang berada di bawah binaan Dinas Pertanian untuk dijadikan TTI Center di Kabupaten Garut. Kerjasama ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pemasaran sehingga memudahkan masyarakat dalam membeli bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.

Dampak yang akan dirasakan dengan adanya Toko Tani Indonesia (TTI) adalah bergeraknya bisnis kerakyatan di daerah, dan terjaminya distribusi serta stabilitas pasokan dan harga pangan strategis sepanjang tahun

Komentar

Tambahkan Komentar

*Dirahasiakan

 

Berita Terkait

Terakhir Dibaca