Pemkab Garut Apresiasi Kopi Garut Yang Mendunia

kominfo 14 Maret 2018 jam 23:20 Dibaca 136 kali 0 komentar Berita
Pemkab Garut

"Kopi asal Garut ini unik dan nikmat apalagi disuguhkannya ala ke cafe-cafean, Garut memang mantap....!", ungkap Penjabat Bupati Garut, Koesmayadie Tatang Padmadinata, saat menjambangi Mahkota Coffe, di Kampung Gunung Bodas STA, Kecamatan Bayongbong, Rabu (14/3/2018), didampingi para kepala bidang di Dinas Pertanian Kabupaten Garut.

Menurut Koesmayadie, didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian, Beni Yoga, Kopi asal Garut diakui memang sedang nge-trend, sehingga menjadi incaran negara-negara penikmat kopi.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati Koesmayadie sengaja datang ke pengolahan kopi bersama Dinas Pertanian untuk melihat langsung dan mencicipi kopi yang membawa nama Kabupaten Garut semakin harum.

Bahkan dalam upaya menjaga kualitas, bupati berjanji akan berkordinasi langsung dengan Dinas Pertanian Jawa Barat mengenai penyebaran bibit kopi dan jeruk serta akan menghadap ke Direktur Jenderal Hortikultura  supaya meningkatkan jumlah penanaman jeruk di Kabupaten Garut.

Bupati menambahkan, secara geografis, cocok untuk penanaman kopi dengan jenis Rafika, apalagi Arabica, bila ditanam di daerah dataran tinggi sangat baik untuk dimanfaatkan tanaman kopi. Ia mencontohkan, derah yang pantas dan baik, seperti : Gunung Papandayan, Cikuray, Kamojang adalah daerah yang cocok bagi pertumbuh kopi- kopi berkelas bagi para penikmat kopi. "Mereka akan ketagihan meminum dan membeli lagi", ujar Bupati  sambil menyeruput kopi hidangan Mahkota Cofee. Kondisi ini, imbuhnya, yang akan membawa perubahan terhadap faktor perekonomian dan PAD (Pendapatan Asli Daerah) nya.

Bupati mengharapkan, kepada warga masyarakat yang memiliki lahan untuk  memanfaatkannya menjadi kebun kopi atau jeruk, sebagai bentuk konservasi penghijauan dan menghindari urban erotion yang sudah mengancam di berbagai tempat. Kopi dan jeruk juga sudah menjadi ikon Garut ditingkat nasional, apalagi kopi menjadi incaran negara lain.

Sementara itu, Hari Yuniardi,  salah seorang penggagas kopi telah memproduksi berbagai merk yang sudah dikemas melalui kaleng dan plastik, seperti : kopi luwak, wine coffee, java cofee, black coffee, peaberry coffee,  lanang, garut arabica coffee  natural process, honey process dan yellow bourbon.

Menurut Hari, ia bersama  istrinya, Enung, memulai perjalanan dari usaha kecil sampai omzet ratusan juta rupiah dan bisa menghidupi 12 karyawan. Dalam sebulan, ia bisa memproduksi 150-200 kilo kopi (matang), bahannya sendiri diperoleh dari para petani Garut.

Menurutnya, kopi asal garut, meski ada yang tidak bagus asal cara mengolahnya benar, rasanya bakal enak. Bahkan dari pemetikannya hingga pengolahannya akan menghasilkan cita rasa tinggi.

Kopi hasil olahan Hari, kini sudah mendunia dan mendapat dua kali penghargaan tingkat internasional. (MC001)

Komentar

Tambahkan Komentar

*Dirahasiakan

 

Berita Terkait

Terakhir Dibaca